Medianed Indonesia
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

Kamis, 15 Oktober 2026

Pendapatan Pacitan 2027 Dipatok Rp 1,538 Triliun, Belanja Daerah Lebih Besar

Pendapatan Pacitan 2027 Dipatok Rp 1,538 Triliun, Belanja Daerah Lebih Besar


PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan memproyeksikan pendapatan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp 1,538 triliun. Namun, rencana belanja daerah dipatok lebih tinggi, yakni Rp 1,548 triliun.

Gambaran keuangan tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027 di gedung DPRD Pacitan.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, pendapatan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 262,17 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 1,276 triliun.

Besarnya porsi pendapatan transfer menunjukkan bahwa keuangan Kabupaten Pacitan masih sangat bergantung pada dukungan dana dari pemerintah pusat maupun sumber transfer lainnya sesuai ketentuan.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 1,548 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp 1,164 triliun, belanja modal Rp 137,76 miliar, belanja tidak terduga Rp 6 miliar, serta belanja transfer Rp 240,57 miliar.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam rancangan anggaran tersebut. Adapun belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan pengeluaran yang berkaitan dengan pembentukan aset daerah sesuai peruntukannya.

Jika dibandingkan dengan proyeksi pendapatan, rencana belanja daerah memiliki selisih sekitar Rp 9,46 miliar lebih tinggi. Selisih tersebut menjadi bagian yang harus disesuaikan dalam perencanaan pembiayaan APBD 2027.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menjelaskan, penyusunan rancangan anggaran juga mempertimbangkan informasi terbaru mengenai alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Informasi tersebut diterima melalui surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-95/MK/2026 tertanggal 29 September 2026.

Menurut Indrata, penyesuaian struktur APBD diperlukan agar perencanaan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah mencerminkan kondisi fiskal terkini.

Raperda APBD 2027 telah disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) antara Pemkab Pacitan dan DPRD pada 12 Agustus 2026.

Pemkab Pacitan selanjutnya berharap pembahasan bersama legislatif dapat berjalan secara profesional, konstruktif, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembahasan tersebut, rancangan anggaran diharapkan dapat diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik pada 2027.

Bangga Kopi Pacitan, Strategi Buka Pasar Lebih Luas bagi Petani dan UMKM

Bangga Kopi Pacitan, Strategi Buka Pasar Lebih Luas bagi Petani dan UMKM


 PACITAN – Kopi lokal Pacitan didorong untuk tidak hanya menjadi produk kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun komitmen bersama untuk menggunakan dan mempromosikan kopi Pacitan di lingkungan pemerintahan maupun sektor usaha.

Komitmen tersebut ditandatangani secara simbolis dalam Festival Kopi Pacitan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Dikuperin) bersama PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam rantai usaha kopi, mulai dari petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, pemilik kedai, barista, komunitas kopi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra usaha.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha kopi Pacitan, mulai dari produksi di tingkat petani hingga pemasaran produk kepada konsumen.

Sekretaris Daerah Pacitan, Heru Wiwoho, yang hadir mewakili bupati, mengajak masyarakat dan instansi untuk memberikan prioritas kepada produk kopi daerah sendiri.

“Kalau ada kopi Pacitan mengapa harus memilih kopi dari daerah lain,” ujarnya.

Menurut Heru, semakin luas penggunaan kopi lokal akan membuka peluang bagi produk kopi Pacitan untuk lebih dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan. Instansi pemerintahan, perkantoran, hotel, restoran, kedai kopi, hingga pusat oleh-oleh wisata diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dikuperin dan PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menilai komitmen bersama menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas dan branding kopi lokal.

Dengan identitas yang semakin kuat, kopi Pacitan diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas sekaligus membuka peluang usaha bagi petani dan pelaku UMKM.

Festival Kopi Pacitan menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Sejumlah agenda disiapkan, antara lain bazar UMKM dan gapoktan kopi, Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi menyeduh kopi antarkepala OPD, serta rembuk kopi Pacitan.

Ada pula kegiatan seduh 1.000 cangkir kopi Pacitan yang menjadi sarana promosi produk lokal kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pengembangan kopi Pacitan diharapkan tidak berhenti pada promosi semata. Dukungan terhadap penggunaan produk lokal juga diharapkan dapat menjadi peluang untuk memperkuat pemasaran, meningkatkan nilai tambah produk, dan mendorong pertumbuhan usaha kopi di Kabupaten Pacitan.

Menyusuri Pesona Pacitan dari Perut Bumi hingga Puncak Bukit

Menyusuri Pesona Pacitan dari Perut Bumi hingga Puncak Bukit


PACITAN – Kabupaten Pacitan menyimpan kekayaan alam yang menawarkan pengalaman wisata beragam. Selain dikenal dengan garis pantainya yang memikat, daerah di pesisir selatan Jawa Timur ini juga memiliki gua alami, sungai dengan lanskap hijau, serta perbukitan yang menyuguhkan panorama dari ketinggian.

Keunikan tersebut menjadikan Pacitan menarik untuk dijelajahi lebih jauh. Wisatawan dapat menikmati perjalanan yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan geologi dan sejarah daerah.

Petualangan dapat dimulai dari Goa Gong di Desa Bomo, Kecamatan Punung. Gua ini menjadi salah satu destinasi unggulan Pacitan berkat keindahan formasi batuan di dalamnya.

Stalaktit dan stalagmit yang menghiasi lorong gua membentuk lanskap alami yang memikat. Nama Goa Gong sendiri berkaitan dengan keberadaan batu yang ketika dipukul dapat menghasilkan suara menyerupai bunyi gong.

Keindahan bawah tanah tersebut memperlihatkan proses alam yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun. Bagi wisatawan, kunjungan ke Goa Gong menjadi kesempatan untuk mengenal kekayaan geologi sekaligus menikmati pengalaman menjelajahi ruang alami di bawah permukaan tanah.

Perjalanan dapat dilanjutkan ke Goa Tabuhan yang juga berada di Kecamatan Punung. Gua ini memiliki karakter unik karena beberapa formasi batunya dapat menghasilkan bunyi menyerupai instrumen musik ketika diketuk.

Keunikan itu menjadikan Goa Tabuhan bukan sekadar tempat untuk menikmati ornamen batuan, melainkan juga destinasi yang menawarkan pengalaman akustik alami.

Dari wisata bawah tanah, perjalanan dapat beralih ke Sungai Maron. Aliran sungai yang dikelilingi pepohonan hijau menghadirkan suasana berbeda. Wisatawan bisa menikmati pemandangan sepanjang sungai melalui aktivitas susur sungai menggunakan perahu.

Perpaduan air dan vegetasi di sepanjang tepian memberikan kesan sejuk. Aktivitas ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati alam dengan suasana lebih santai.

Setelah menjelajahi kawasan sungai, wisatawan bisa mengarahkan perjalanan menuju Sentono Gentong. Berada di kawasan perbukitan, destinasi ini menawarkan pemandangan Teluk Pacitan dan bentang alam di sekitarnya.

Dari ketinggian, hamparan permukiman dan perbukitan terlihat berpadu membentuk lanskap yang khas. Tempat ini menjadi salah satu alternatif untuk menikmati panorama Pacitan tanpa harus berada di kawasan pesisir.

Bagi pengunjung yang ingin menambah pengalaman wisata edukasi, Museum Song Terus di Kecamatan Punung juga layak dipertimbangkan. Museum ini berkaitan dengan situs arkeologi Song Terus yang menyimpan informasi mengenai kehidupan manusia pada masa prasejarah.

Keberadaan museum tersebut menambah dimensi wisata Pacitan. Perjalanan tidak hanya berkaitan dengan keindahan alam, tetapi juga kesempatan memahami jejak kehidupan manusia pada masa lampau.

Rangkaian destinasi tersebut menunjukkan bahwa Pacitan mempunyai potensi wisata yang saling melengkapi. Gua menghadirkan keunikan geologi, sungai menawarkan rekreasi alam, perbukitan menyuguhkan panorama, sedangkan museum memberikan wawasan sejarah.

Keberagaman itu bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Pacitan secara lebih menyeluruh. Dengan mengatur rute dan waktu kunjungan, sejumlah destinasi dapat dimasukkan ke dalam agenda perjalanan sesuai durasi liburan.

Pacitan pun menawarkan lebih dari sekadar keindahan pantai. Kekayaan alam dan sejarah yang dimiliki daerah ini memberikan alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menjelajahi berbagai sudutnya.

Kamis, 07 September 2023

Fantastis, Pemkab Pacitan Tambah Alokasi Dana Desa Sebesar 6 Miliar

Fantastis, Pemkab Pacitan Tambah Alokasi Dana Desa Sebesar 6 Miliar

PACITAN, lensapacitan.com - Anggaran desa bertambah lagi. Selain Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN, Pemerintah kabupaten Pacitan akan menggelontorkan tambahan dana 6 milyar rupiah 167 desa, se-kabupaten Pacitan tahun 2023.


"Ini merupakan program dari Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, untuk pemerintah desa. Agar tercipta kinerja pemerintahan desa semakin baik," kata Heri Setijono Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Pacitan (7/9). 


Anggaran tersebut digunakan untuk menambah pembangunan infrastruktur di desa penerima yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Pacitan.


"Jadi selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan pembangunan infrastruktur di tingkat desa, saya berharap tambahan ADD dari Bupati Pacitan akan menjadikan seluruh komponen masyarakat nyawiji sampai ke pelosok desa sehingga akan tercipta masyarakat yang sejahtera dan bahagia sebagaimana visi dan misi Bupati Pacitan", jelasnya. 


Heri meyakini, penambahan anggaran untuk ADD tersebut, supaya hubungan pemerintah desa dengan pemerintah daerah akan semakin baik. Dana tersebut akan di transfer dari rekening Pemkab ke rekening desa.


 "Secara otomatis dana itu nanti akan di transfer dari rekening Pemkab ke rekening desa," pungkasnya.

Senin, 28 Agustus 2023

Wonoroya Tantang Tomy Seran Petinju Asal Surabaya

Wonoroya Tantang Tomy Seran Petinju Asal Surabaya

PACITAN - lensapacitan.com, Petinju asal Kabupaten Pacitan, Wonoroya akan kembali berlaga di atas ring. Kali ini akan berhadapan dengan petinju muda Tomy Seran asal Kota Surabaya dikelas terbang 50,8 kilogram.

"Ya, akan bertanding pada 1 Oktober 2023 nanti," katanya disela-sela latihan, Senin (28/3).

Saat ini lanjut Wonoroya, tengah mempersiapkan diri, untuk menghadapi musuhnya yang tidak bisa dianggap enteng dikelasnya.

"saya mempersiapkan diri menjaga pola makan, fisik dan lain-lain," lanjutnya.

Selama meniti karir bertinjunya, Wonoroya sudah bertanding sebanyak 75 pertandingan dan pernah memetik kemenangan sebanyak 63 kali. 

"Untuk tanggal 1 Oktober nanti merupakan pertandingan saya yang ke 76 kali. Untuk saat ini saya sudah ring record 75 kali main," jelasnya.

Saat bertanding pada akhir tahun nanti, pria yang populer dengan nama Wonder Boy Roya ini genap 52 tahun. Tentu bukan usia yang muda lagi. Dia berharap bisa bermain maksimal untuk meraih kemenangan. 

"Harapan menang memang yang utama, usia yang tidak lagi muda bukanlah penghalang bagi saya, harus tetap semangat dan terus berlatih untuk meraih hasil maksimal," katanya.

Wonoroya juga meminta bantuan doa dari masyarakat Pacitan. Agar diberikan kesehatan, kelancaran dan kemenangan saat bertanding di bulan Oktober mendatang.

"Saya minta dukungan dan doa dari masyarakat Pacitan. Semoga saat bertanding nanti diberikan kemudahan dan kemenangan untuk membanggakan nama Pacitan dari dunia tinju," harapnya.


Jumat, 25 Agustus 2023

Rumah Zakat Lakukan Aksi Menanam dan Rawat Pohon Di Pacitan

Rumah Zakat Lakukan Aksi Menanam dan Rawat Pohon Di Pacitan

PACITAN, lensapacitan.com - Dalam upaya turut serta menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi abrasi wilayah pesisir pantai selatan khususnya kawasan konservasi mangrove Rumah Zakat dusun Kiteran desa Kembang Pacitan sebanyak 350 batang bibit mangrove jenis Rhizopora ditanam warga dikawasan tersebut.


"Selain menanam pohon mangrove pada kesempatan ini juga dilakukan bersih pantai dan merawat mangrove yang telah ditanam sebelumnya," kata Slamet Riyadi Kepala Dusun Literan, Kembang.


Warga masyarakat  dusun kiteran bersama Rumah Zakat hingga saat ini terus melakukan upaya mitigasi struktural tersebut dengan menggandeng multi pihak mulai komunitas pegiat lingkungan, instansi pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi hingga dunia usaha.


"Kami tidak bergerak sendiri, ini merupakan program Rumah Zakat, dan menggandeng pentaholik,"jelasnya.


Sampai saat ini sudah tercatat empat jenis mangrove yang berhasil dikembangkan melalui kegiatan konservasi yang digagas bersama Rumah Zakat sejak 2019 lalu.


Warga masyarakat dusun Kiteran yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Jangkar Segoro Kidul dan Anyelir saat aksi tanam pohon kali ini selain disupport Rumah Zakat juga melibatkan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


"Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat yang tanpa lelah hingga saat ini mendampingi masyarakat kami," pungkasnya.

Bazar UMKM Rakyat Merdeka Kolaborasi Bangun UMKM

Bazar UMKM Rakyat Merdeka Kolaborasi Bangun UMKM


PACITAN, Lensapacitan.com - Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) se-Madiun Raya menggelar Bazar UMKM Rakyat Merdeka. Acara ini digelar selama dua hari di Pacitan, pada 24-25 Agustus.


Pekan UMKM Kemenkeu Satu diikuti oleh sedikitnya 36 pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan. Acara yang dilaksanakan selama satu pekan tersebut menyajikan berbagai produk unggulan daerah mulai dari makanan olahan, kerajinan serta produk lainnya.


Keberadaan pelaku UMKM menjadi motor penggerak bagi perekonomian, sehingga Pemkab Pacitan konsen dalam upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM di kota berjuluk Paradise of Java ini.


Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat membuka acara Pekan UMKM Kemenkeu Satu di Gedung Gasibu Swadaya, Kamis (24/08). Mas Aji menegaskan, untuk mengembangkan sektor UMKM membutuhkan dukungan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pekan UMKM yang diinisiasi oleh jajaran kementerian Keuangan.


"Saya mengamati bahwa kegiatan hari ini, adalah wujud kolaborasi yang nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholders mitra UMKM," ungkap Mas Aji.


Bazar UMKM Rakyat Merdeka kian semarak lantaran melibatkan seluruh bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) maupun satker vertikal, yang bekerja sama dengan Taspen, KPKNL Madiun, calon pensiunan serta sejumlah UMKM di Pacitan.


Lurensia Firmani, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pacitan mengatakan, Bazar UMKM Rakyat Merdeka diawali dengan sosialisasi melibatkan para bendahara. Juga ada sosialisasi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).


Selain mereka, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo juga mengisi sosialisasi perpajakan untuk para pelajar setempat. Sementara, Kemenag mengedukasi masyarakat mengenai sertifikasi halal.


Pekan UMKM juga dirangkaikan dengan penyerahan SK purna tugas kepada 90 PNS . Mereka adalah abdi negara yang pensiun periode Oktober, November dan Desember 2023.




Medianed Indonesia

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done